Matotonan dan Manusianya
Siberut Selatan, salah satu tempat berhuninya masyarakat suku Mentawai yang terkenal dengan tato alaminya. Satu keluarga besar hidup dalam Uma yang dihuni oleh para pekerja keras yang kebanyakan dari mereka ‘pecandu nikotin’, termasuk kaum perempuannya. Masyarakat Matotonan melakukan kegiatan bertani di sawah tanpa pematang, beternak, dan ada yang menghabiskan waktu untuk berburu Macaca pagensis (Bokoi atau Beruk Mentawai). Di Desa Matotonan terdapat banyak tabib atau disebut Sikerei yang dipercaya sebagai orang yang paham dengan pengobatan alami. Sikerei tampil khas dengan cawat dipinggangnya. Menurut agama tradisional Mentawai (Arat Sabulungan) seluruh benda hidup dan segala yang ada di alam mempunyai roh atau jiwa (simagre). Roh dapat berpisah dari tubuh dan bergentayangan dengan bebas. Jika keharmonisan antara roh dan tubuh tidak dijaga, maka roh akan pergi dan dapat menyebabkan penyakit.